Meluapkan rasa kesal dan kekecewan terhadap satu hal dalam hidup, memang baik dalam mengurangi beban pikiran dan beban jengkel dalam hati. Namun, hati-hati. Sebab, perbedaan antara mengekspresikan kekesalan dan terus-terusan mengeluh, hanya berbatas garis tipis yang bisa mencelakakan Anda.
Will Bowen, Founder dari A Complaint Free World, organisasi motivator, telah bertahun-tahun mendorong mereka yang mau untuk maju, untuk berhenti mengeluh.
Will Bowen, Founder dari A Complaint Free World, organisasi motivator, telah bertahun-tahun mendorong mereka yang mau untuk maju, untuk berhenti mengeluh.
“Ketika Anda mengeluh, Anda hanya berkonsentrasi pada apa yang salah, sehingga Anda selalu melihat kegagalan,” jelas Bowen.
Pernyataan Bowen didukung oleh studi dari University of Missouri terhadap lebih dari 400 wanita.
Peneliti menemukan, saat responden mengeluh, tingkat resah dan depresi menanjak dan mendominasi ruang pikiran.
Mengeluh, kata Bowen, memberikan pengaruh signikan pada wanita dewasa untuk mengalami kegagalan dan kekecewaan, baik dalam karier maupun hubungan asmara.
“Mengeluh melahirkan emosi negatif, terus menerus,” ungkap Miriam Akhtar, seorang psikolog di Inggris.
Sumber: Tribun Jabar
0 komentar:
Posting Komentar